Blog
May 20

Menkominfo Dorong Proyek e-Health Teleradiology

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Sabtu, 16/05/2015 11:55 WIB

Jakarta – Menkominfo Rudiantara mendorong terwujudnya layanan e-health di Indonesia melalui kerja sama pengembangan aplikasi Teleradiology antara TelkomSigma dan RedTone yang akan diimplementasikan di RS Pertamedika Sentul City.

Menurut menteri yang akrab disapa Chief RA, kehadiran aplikasi Teleradiology Exchange ini akan meningkatkan produktivitas dokter serta meningkatkan efisiensi dokter dalam melayani masyarakat.

“Di Indonesia, aplikasi Teleradiology akan menjadi salah satu aplikasi e-health yang valuable mengingat saat ini hanya ada sekitar 300 dokter ahli radiologi untuk melayani masyarakat,” paparnya saat berbincang dengan detikINET.

Untuk mengadopsi layanan e-health ini, TelkomSigma menggandeng perusahaan asal Malaysia, Redtone International Bhd, untuk menggarap layanan Teleradiology di Indonesia. Layanan ini juga akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis data center yang dikelola anak usaha Telkom itu di masa depan.

“Kami melihat kebutuhan akan analisis data medis yang tepat dan akurat secara real time semakin melonjak saat ini di Indonesia. Adanya Data Center Telkomsigma dengan AlwaysOn akan membuat layanan yang membutuhkan koneksi 7×24 jam ini menjadi mulus,” ungkap Presiden Direktur TelkomSigma, Judi Achmadi, Sabtu (16/5/2015).

Menurutnya, faktor lain yang membuat layanan Teleradiology bisa sukses jika seluruh data medis yang dikirimkan dapat di-backup secara realtime online sehingga tidak ada perubahan data apabila terjadi kondisi disaster saat transfer data dilakukan. Untuk itu jaringan yang handal pun menjadi faktor utama suksesnya Teleradiology Exchange.

“Kami sebagai penyedia layanan Data Center terbesar di Indonesia telah dipercayai lebih 150 pelanggan dari berbagai industri yang menggunakan layanan Data Center dan Managed Services,” kata Judi ”Bersama dengan RedTone kami akan terus mengembangkan layanan ini ke negara-negara tetangga lainnya di Asia Tenggara, soalnya ini akan mempercepat pertumbuhan bisnis Telkomsigma melalui solusi managed IT Value-Added Services & Solutions,” jelasnya lebih lanjut.

Teleradiology Exchange ini diyakini dapat membantu banyak rumah sakit di Indonesia dalam memberikan layanan radiology sekaligus menghemat biaya layanan kesehatan di Indonesia pada umumnya.

Layanan ini akan sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan dalam tenaga ahli, mempercepat layanan radiology dan mengembangkan layanan ke daerah-daerah terpencil secara efektif dan efisien.

Kunci Sukses

Rudiantara beberapa hari lalu telah mengunjungi RS Pertamedika Sentul City untuk melihat langsung implementasi proyek yang dilakukan Telkomsigma bersama RedTone yang dibantu oleh RISER Corporindo.

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi solusi Teleradiology adalah suatu ekosistem, yakni terdapat dokter spesialis radiologi, equipment, teknologi yang terdiri dari aplikasi dan jaringan, dan yang terakhir manajemen rumah sakit.

“Semua ekosistem ini harus berjalan dan merupakan satu kesatuan untuk menuju kunci sukses dalam implementasi solusi Teleradiology di rumah sakit. Proyek teleradiology ini harus disosialisasikan dan rumah sakit harus berstandar internasional,” ujarnya. Direktur Utama RISER Corporindo Bunjamin Noor menambahkan adanya kerjasama dengan Telkomsigma menjadi langkah awal perseroan dalam mengembangkan Teleradiology Exchange di Indonesia.

Direktur RS Pertamedika Sentul City dr Kamelia Faisal mengakui solusi Teleradiology sangat membantu dan menguntungkan RS Pertamedika Sentul City. Seperti dalam proses melakukan scaning, ronsen, dan diagnose menjadi lebih akurat, cepat,sehingga masyarakat yang berobat menjadi lebih nyaman.

“Harapannya, semoga kemajuan infrastruktur teknologi informasi yang digarap oleh TelkomSigma dan RedTone ini akan diimplementasikan ke rumah sakit lainnya,” ujarnya.

TelkomSigma sendiri tahun ini membidik pendapatan sekitar Rp 2,5 triliun –Rp 3 triliun. Pasokan pendapatan selama ini berasal dari bisnis Sistem Integrasi (SI) yakni sekitar 50%, Data Center (35%), dan Cloud Computing (15%). Anak usaha Telkom ini ingin meningkatkan kontribusi bisnis Data Center menjadi 40%-45% di 2015.

 

http://http/inet.detik.com/read/2015/05/16/115544/2916315/319/1/menkominfo-dorong-proyek-e-health-teleradiology[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 1 =