Blog
Nov 03

Telkomsigma Incar Daerah untuk Tambah Data Center

Merdeka.com – Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia, TelkomSigma mengalokasikan belanja modal hingga Rp 750 miliar pada tahun ini. Angka ini sekitar 25 persen dari target pendapatan Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun. TelkomSigma memang sudah dibekali belanja modal secara multi years sejak beberapa tahun lalu, dengan nilai mencapai Rp 1 triliun guna mewujudkan ambisi memiliki kapasitas data center 100 ribu meter persegi, Hingga 2014, dana itu sudah terserap sekitar Rp 600 miliar.

Memperluas lini bisnis, TelkomSigma mengincar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Potensi pasar UKM dinilai sangat menjanjikan. Saat ini, Penyedia layanan Teknologi Informasi (TI) ini dianggap hanya bermain di pasar korporasi.

“Standar layanan TI dari TelkomSigma memang tinggi sehingga banyak yang mengira kami fokus di segmen korporasi saja. Padahal, kami sebenarnya juga melayani segmen UKM yang memiliki potensi pasar besar,” ungkap CEO TelkomSigma Judi Achmadi di Jakarta, Rabu (8/4).

TelkomSigma memiliki layanan STAR DC atau Smart Solution with Trusted, Affordable and Reliable (Star Data Center). Layanan yang diberikan STAR DC adalah data center TIER II plus dengan mengutilisasi atau retrofit aset milik Telkom yang ada yakni Sentral Telepon Otomatis (STO).

“Saat ini STO di Jakarta, Bandung, SuabayaMakassar dan Medan sudah diretrofit untuk mendukung STAR DC. Penggunanya sudah sekitar 20 ribu meter persegi. Kita targetnya punya 18 STAR DC,” jelasnya.

STAR-DC juga dijadikan sebagai pijakan awal bagi TelkomSigma untuk mengedukasi segmen UKM yang ingin mencicipi cloud computing. “Biasanya kalau sudah merasakan penghematan karena menggunakan layanan TelkomSigma ada kebutuhan lebih besar, baru kami tawarkan Data Center Tier III atau III plus. Selain itu kami juga tawarkan layanan STAR Cloud.”

STAR-CLOUD adalah produk brand untuk layanan data center terkomprehensif dengan berbasis Cloud, seperti web-hosting, mail-hosting, penyewaan data center atau co-location untuk back-up system. Layanan ini disebut sangat cocok bagi UKM yang mulai memikirkan pentingnya data base serta jumlah cabang yang mulai tumbuh.

Dengan belanja modal yang ada, perseroan terus memperkuat infrastruktur data center dari kapasitas sekitar 60 – 65 ribu meter persegi, tahun ini ditargetkan menjadi 100 ribu meter persegi.

“Kami akan membangun Disaster Recovery Center (DRC) Park di Balikpapan dengan luas 40 ribu meter persegi dan data center di Bekasi dengan luas 30 ribu meter persegi. Kita juga akan bangun data center di Bali dan dukung bisnis Telkomcel di Timor Leste,” paparnya.

TelkomSigma saat ini bergabung dalam program mitra bisnis untuk penyedia layanan Cloud & high availability Data Center Services dengan EMC Indonesia. Kolaborasi dari dua perusahaan ini dalam membangun solusi berbasis teknologi yang meningkatkan kemampuan data center untuk active-active di mana perusahaan tidak perlu khawatir akan kehilangan data apabila terjadi kondisi disaster atau system down, karena seluruh data center utama milik Telkomsigma akan terback up secara real-time online dan didukung oleh high availability system.

Source: Merdeka.com

Leave a reply

Your email address will not be published.

thirteen − five =