
Tetap up to date dengan inisiatif strategis perusahaan terbaru dan pencapaian Telkomsigma
Serpong – Dalam upaya memperkuat kapabilitas talenta digital yang sejalan dengan komitmen Environmental, Social and Governance (ESG) korporasi, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) memberikan pemaparan strategis mengenai masa depan integrasi teknologi industri kepada jajaran akademisi dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sesi materi utama bertajuk "The Composable Enterprise: Master Builders of the 2030 Tech Workforce" dipaparkan langsung secara komprehensif oleh VP Infrastructure & Cyber Security Delivery Operation Telkomsigma, Nuzli Latief Hernawan. Pemaparan ini bertujuan membuka wawasan para calon sarjana Teknologi Informasi (TI) mengenai pergeseran teknologi dari sistem konvensional menuju era otonom berbasis kecerdasan buatan (AI / Agentic AI).
Dalam sesinya, Nuzli mengungkapkan fakta industri di mana sebanyak 89% investasi teknologi enterprise tradisional mengalami kegagalan akibat rumitnya beradaptasi dengan teknologi AI yang semakin canggih dan kompleks. Sebab, lanskap bisnis 2026 hingga 2030 menuntut perusahaan bertransformasi menuju AI-Native System of Action , yaitu sebuah sistem yang sejak awal dirancang dan dibangun menggunakan AI sebagai penggerak utamanya (native), bukan sekadar sistem lama yang ditempeli fitur AI.
Dia juga memaparkan terkait Peta Jalan arsitektur teknologi 2026–2030 yang dipaparkan mencakup lima transformasi paradigma utama, yakni Compute Strategy, System Architecture, AI Integration, Data Management dan Cybersecurity. Selain kesiapan arsitektur, Telkomsigma juga menyoroti pentingnya integrasi aspek keberlanjutan pada sistem teknologi masa depan.
Menutup paparannya, Nuzli membagikan strategi bagi mahasiswa UIN Jakarta dalam menghadapi krisis kelangkaan 75% talenta teknologi global.
"Rekayasa ulang tenaga kerja masa depan akan menggeser peran tradisional (seperti Machine Learning Engineer dan Software Installer) menjadi peran bernilai tinggi seperti AI Platform Orchestrator dan Composable ERP Consultant. Ketika kemampuan analisis rutin mulai diambil alih oleh AI, nilai tertinggi talenta manusia akan bergantung pada kekuatan soft skills—termasuk kecerdasan emosional (EQ), kemampuan adaptasi (adaptability), Causal Inference, serta audit kepatuhan kecerdasan buatan (Model Interpretability)," ucap Nuzli.
Kegiatan company visit ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan kurikulum Program Studi Sistem Informasi sekaligus memperluas wawasan dosen dan mahasiswa terkait lingkungan kerja profesional, budaya perusahaan, serta implementasi layanan Enterprise Systems Services di industri teknologi informasi.
Melalui pembekalan ini, Telkomsigma berharap mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta dapat mempercepat penguasaan systems thinking dan multidisplin ilmu terutama terkait implementasi AI, serta memprioritaskan soft skills dan mempersiapkan profesional skill yang dibutuhkan untuk siap menjadi generasi unggul di industri teknologi informasi.
| Berita Lainnya |
|
Kontak Kami
Kami siap menyediakan kebutuhan Anda dengan cara yang sederhana Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui saluran media sosial kami di bawah ini
www.telkomsigma.co.id
|