Blog
Jun 02

Telkomsigma Terima Sertifikat Uptime Institute Tier III Construction Facilities Pertama di Indonesia

Data center PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) di Graha Telkomsigma, BSD City, Serpong, meraih sertifikasi data center tier III dari Uptime Institute untuk kategori Tier Certification for Constructed Facilities (TCCF).

Data center ini memiliki kapasitas 23 ribu meter persegi, tapi baru 6-7 ribu meter persegi yang dioperasikan penuh oleh Telkomsigma.

“Untuk mendapatkan sertifikasi itu, kriterianya kami nilai dari faktor desain, fasilitas dan operasional. Proses penilaian data center tier 3 Telkomsigma Serpong ini terbilang cepat, hanya 4 bulan. Padahal biasanya perusahaan lain bisa mencapai dua tahun,” ujat Patrick Chan, Director of Business Development, South Asia dari Uptime Institute.

Judi Achmadi, CEO Telkomsigma menerima sertifikasi dari Uptime Institute kategori TCCF ( Tier Certification for Constructed Facilities ) diserahkan oleh John Duffin, Managing Director Uptime Institute

Keberhasilan Telkomsigma ini pun dicatat rekor MURI sebagai perusahaan penyedia data center Indonesia pertama penerima sertifikat Uptime III Construction Facility.

Sementara itu, Judi Achmadi, CEO Telkomsigma, menjelaskan, dengan mengantongi Certification of Construction Facilities dari Uptime Institute, membuktikan bahwa layanan data center TelkomSigma sudah sesuai dengan standar internasional.

“Telkomsigma merupakan market leader penyedia layanan data center yang terbesar di Indonesia dan telah memiliki customer based dari multi industri dan didukung oleh struktur dan infrastruktur handal berstandar internasional,” ujar Judi mengklaim.

Telkomsigma diakui Judi sebagai perusahaan pemilik kapasitas data center terluas di Indonesia dengan ketersediaan 100 ribu meter persegi dengan spesifikasi teknis Tier II sampai dengan tier IV. Klien yang ditangani lebih dari 300 klien dari berbagai industri dan mayoritas pengguna ini berasal dari industri perbankan dan finansial yang sangat peduli dengan keamanan data.

Luas data center Telkomsigma antara lain di Surabaya seluas 5.500 meter persegi, data center Sentul seluas 8.000 meter persegi dan data center Serpong yang memiliki area 23.000 meter persegi. Ketiga data center ini telah disertifikasi secara desain oleh Uptime dan manajemen Telkosgma juga melengkapi seluruh data center dengan fasilitas yang sesuai standar data center tier 3+ dan 4. Investasi set up fasilitas data center didukung Telkom Indonesia sebagai holding company perseroan.

Dijelaskan Judi, sertifikasi dari Uptime Institute itu menambah potofolio penghargaan data center Telkomsigma. Sebut saja sertifikat Tier III Design dari Uptime yang di Serpong dan Sentul; sertifikat Tier IV Design dari Uptime untuk data center di Jatinegara; sertifikat International Greenship and Occupational Health and Safety Management System (OHSAS) untuk data center di Serpong;sertifikat BSi CSA STAR Certified untuk Cloud Security Management.

Uptime Institute adalah organisasi yang memberikan sertifikasi dengan sistem tier-ing. Standar yang ditetapkan oleh Uptime ini menjadi standar bagi pelaku bisnis data center di seluruh dunia. Uptime juga dkenal sebagai institusi pertama mendefinisikan konsep data center tier, sebagai acuan badan standarisasi lain seperti Telecommunications Industry Association. Uptime membagi sertifikasi Data Center tersebut menjadi 3 tahapan yaitu Tier Certification of Design Documents (TCDD), Tier Certification of Construction Facilities (TCCF), dan Tier Certification of Operational Sustainability (TCOS).

Telkomsigma telah mendapatkan TCCD untuk 3 data center tier III yang dimiliki saat ini dan untuk TCCF, Telkomsigma menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi dari Uptime ini. Sementara TCOS belum ada data center yang berhasil mendapatkan sertifikasi dari Uptime.

Apa perbedaan Tier III Construction Facility dan Tier III for Design Document? “Tier III Design Certification merupakan sertifikasi untuk konsep desain sebuah data center. Adapun Tier III Construction Facility Certification merupakan sertifikasi yang didapat dari hasil uji coba facility sesuai dengan design Tier III yang telah disetujui sebelumnya, di mana facility tersebut memang telah lulus uji,” jelas Judi.

Dengan memiliki data center yang berstandar global berhasil meningkatkan kepercayaan klien. Ujung-ujungnya revenue perusahaan pun terus meningkat. Tak heran bila hingga kuartal I tahun 2016 ini pendapatan Telkomsigma tumbuh 95% dibandingkan periode yang sama tahun 2015. “Hingga bulan keempat (April), pendapatan Telkomsigma sudah mencapai di atas Rp1,1 triliun atau sekitar 30% dari target total revenue 2016 sebesar Rp3,2 triliun,” kata Judi.

Tahun 2015 komposisi kontribusi bisnis Telkomsigma terhadap pendapatan adalah: system integrato menyumbang 50%, data center sebesar 35%, dan managed service 15%,

Pada 2016 portofolio data center diperbesar kontribusinya terhadap pendapatan hingga mencapai 40%. Maklum, sejak Januari 2016, Telkomsigma mengakuisisi 55% saham Cyber Data Center Indonesia. Cyber Data Center akan dijadikan sebagai perusahaan khusus menangani seluruh pelanggan tier 2 Telkomsigma yang meliputi para penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP).

 

Source: SWA

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + twenty =