GOOD CORPORATE GOVERNANCE

  • Pedoman Kerja Dewan Komisaris Telkomsigma telah diatur dalam Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No.33 Tanggal 19 Oktober 2019 Pasal 16 & 17
  • Pedoman Kerja Direksi Telkomsigma telah diatur dalam Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No.33 Tanggal 19 Oktober 2019 pasal 13 & 14 serta Peraturan Direksi PT Sigma Cipta Caraka Tentang Tata Laksana Kerja Direksi (Board Of Director Charter) Nomor: PD-000.002-R.00/STR-SBDC/XII/2021
Nama Lengkap:Irwan Sobrian
Tanggal Lahir:Bandung, 04 Oktober 1971
Kewarganegaraan/ Domisili:Berkewarganegaraan di Indonesia,  berdomisili di Indonesia
Jabatan Dasar Penunjukan:Telkomsigma telah menunjuk seorang Vice President (“VP”) Corporate Secretary and Communications yang diangkat secara khusus untuk melaksanakan tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan serta diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama berdasarkan mekanisme internal Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris.
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab dalam memfasilitasi komunikasi internal perusahaan, menjalin hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya termasuk customers, partner dan media sesuai dengan aturan tata hubungan yang ditentukan, serta terpeliharanya mekanisme umpan balik yang sistematis kepada manajemen agar mampu merespon dinamika dari para pemegang saham dan pasar modal secara berkesinambungan, efektif, dan efisien.
Periode Jabatan:01 Januari 2022 – Sekarang
Pendidikan:Teknik Industri – Telkom University
Komite-Komite di bawah pengawasan Dewan Komisaris Telkomsigma telah diatur dalam Surat Sirkuler Keputusan Dewan Komisaris PT. Sigma Cipta Caraka Nomor : 080 /TS-DK/VIII/2020 perihal Susunan Keanggotaan Komite Audit dan Komite Perencanaan, Monitoring dan Remunerasi Dewan Komisaris.
Guna menjamin terlaksananya pengelolaan perusahaan secara profesional serta memenuhi komitmen perusahaan atas implementasi prinsip-prinsip GCG, Telkomsigma menetapkan Keputusan Direksi PT Sigma Cipta Caraka No.002/TELKOMSIGMA/BOD/IV/2020 Tentang Kebijakan Good Corporate Governance. Dengan mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Selain berdasar pada prinsip-prinsip tersebut, Telkomsigma dalam pelaksanaan tata kelolanya juga mengacu kepada pedoman pengelolaan GCG Telkom Group Nomor PD.602.00/r.00/HK000/COP-D0030000/2011 tanggal 20 Mei 2011.
Telkomsigma sebagai bagian dari Telkom Group, kami memiliki landasan utama penerapan manajemen risiko sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2011. Penerapan manajemen risiko di lingkungan Telkomsigma mengadopsi kerangka kerja dari ISO 31000 – Risk Management Guidelines dan COSO ERM Framework, namun terdapat beberapa penyesuaian dengan karakteristik bisnis Telkomsigma yaitu sebagai penyedia jasa layanan terpadu di industri teknologi informasi.
Landasan kebijakan dan (framework) kebijakan Telkomsigma berpedoman pada peraturan Direksi Telkom No. PD.614.00/r.00/HK.200/COP-D0030000/2015 Tanggal 30 September 2015 tentang Manajemen risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk Management) dan Peraturan Direktur Keuangan Telkom No. PR.614/r.00/HK200/COP-D0030000/2016 Tanggal 31 Maret 2016 tentang Pedoman Implementasi Manajemen Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk Management).

Pedoman pelaksanaan Pengadaan Barang dan/atau Jasa diatur dalam Kebijakan Nomor SCC/POL/1778/1765/001 versi 2 tentang Kebijakan Pengadaan, Prosedur Nomor SCC/SOP/979/862/002 versi 6 tentang Prosedur Pengadaan Barang dan/atau Jasa untuk Kebutuhan Internal (Purchasing Inbound) dan Prosedur Nomor SCC/SOP/979/859/001 versi 4 tentang Prosedur Pengadaan Barang dan/atau Jasa untuk Kebutuhan Pelanggan (Purchasing Outbound)Tujuan dari penerapan prosedur pengadaaan barang dan/atau jasa adalah untuk mendapatkan proses terbaik dari seluruh proses Pengadaan Barang dan/atau Jasa dengan selalu mengutamakan mutu/kualitas, fleksibilitas, ketepatan waktu dan kepentingan reputasi Telkomsigma secara keseluruhan.

Telkomsigma memiliki tanggungjawab terhadap Mitra dalam proses Pengadaan Barang dan/atau Jasa sebagai berikut :

  1. Melaksanakan proses kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Telkomsigma sesuai dengan prosedur yang berlaku;
  2. Mitra akan diseleksi atas pertimbangan nilai manfaat yang dapat dberikan pada Telkomsigma secara keseluruhan termasuk tingkat kapabilitasnya untuk memenuhi kriteria yang disyaratkan;
  3. Pelaksanaan pengadaan tidak diskriminatif/adil sehingga memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon mitra dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu;
  4. Keputusan proses pengadaan diambil berdasarkan nilai manfaat yang tertinggi yang ditawarkan oleh Mitra, mencakup aspek teknis yaitu kualitas barang dan/atau jasa, layanan purna jual, ketepatan waktu, harga maupun aspek komersial lainya. Keputusan proses pengadaan akan dilakukan secara transparan melalui persetujuan pihak-pihak yang berwenang sesuai dengan Matriks Kewenangan pada Prosedur Pengadaan;
  5. Adanya proses kualifikasi dan evaluasi kinerja mitra serta peninjauan berkala;
  6. Pengadaan Barang dan/atau jasa menerapkan prinsip efisien, efektif, kompetifi, transparan, adil & wajar dan akuntabel.
  7. Menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang/jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang/jasa;
  8. Dalam upaya Anti Korupsi Telkomsigma memiliki metode negosiasi E-Auction. Implementasi E-Auction bertujuan meminimalkan kontak fisik dengan calon mitra sehingga proses negosiasi berlangsung adil dan transparan;
  9. Pelaksanaan komitmen anti korupsi dan fraud dinyatakan dalam setiap perjanjian Pengadaan yang menyatakan tidak ada konflik kepentingan, dilarang menawarkan atau memberi atau setuju untuk memberi hadiah, komisi atau dalam bentuk lainya kepada pegawai Telkomsigma serta tertuang dalam Prosedur Nomor SCC/SOP/1778/1765/003 tentang Prosedur Pengendalian Rekan Bisnis bahwa setiap Mitra wajib menandatangani komitmen Anti Penyuapan.

Sebagai elemen penting dari sebuah organisasi, kami memiliki Unit Audit Internal yang berfungsi memberikan pandangan secara independen dan objektif mengenai kondisi pengendalian internal, pengelolaan risiko, dan proses Tata Kelola Perusahaan dalam kegiatan bisnis kami. Tujuan dari fungsi ini yaitu untuk menjadi katalisator, melalui penyampaian rekomendasi bagi Telkomsigma dalam memperbaiki operasional usahanya.

Struktur dan Kedudukan Unit Audit Internal
Sebagaimana diatur dalam peraturan Internal Perusahaan yang berlaku, IA merupakan unit yang independen terhadap unit-unit kerja lain dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas dan Tanggung Jawab Unit Internal Audit diatur berdasarkan Piagam Internal Audit (Internal Audit Charter) berikut ini: (Upload/Hyperlink Tugas dan Tanggungjawab IA)

Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
Adapun tugas dan tanggung jawab unit Internal Quality Management sebagai pemegang fungsi audit internal di Telkomsigma secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Menyusun dan melaksanakan audit tahunan
  • Merencanakan dan melaksanakan aktivitas Internal Audit dengan penekanan pada bidang / aktivitas yang mempunyai risiko tinggi serta mengevaluasi prosedur / sistem pengendalian yang ada untuk memperoleh keyakinan bahwa tujuan dan sasaran perusahaan dapat dicapai secara optimal dan berkesinambungan.
  • Menilai dan mengevaluasi efisiensi serta efektivitas sistem pengendalian internal, penerapan manajemen risiko, kepatuhan dan proses tata kelola di dalam PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) serta melakukan pemeriksaan dan penugasan khusus apabila diperlukan.
  • Memberikan rekomendasi perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen.
    Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Direksi lainnya serta Komite Audit melalui VP Corporate Effectiveness Management.
  • Bekerja sama dengan Komite Audit dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
    Memonitor, menganalisis, dan melaporkan tindak lanjut hasil aktivitas Internal Audit dan aktivitas Investigasi yang telah disepakati.
  • Tidak memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan audit di proses kegiatan operasional yang melibatkan internal audit.
  • Sebagai fungsi pendampingan (counterpart) eksternal audit dan konsultasi.

A. Pedoman Standar Perilaku (Code of Conduct)

Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam pedoman pengelolaan GCG Telkom Group Nomor PD.602.00/r.00/HK000/COP-D0030000/2011 tanggal 20 Mei 2011. Kami memiliki dan menjalankan kode etik yang berlaku bagi seluruh level organisasi. Kode Etik Telkomsigma ditetapkan melalui Keputusan Direksi No. 002/TELKOMSIGMA/BOD/IV/2020 Tentang Kebijakan Good Corporate Governance dan Kebijakan Etika dan Kepatuhan Karyawan dengan nomor dokumen SCC/POL/021/1838/034 di Lingkungan Telkomsigma.
Kode Etik Perusahaan mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.  TANGGUNG JAWAB ETIKA DAN KEPATUHAN

  • Tanggung Jawab Insan Perusahaan
  • Tanggung Jawab Pimpinan Perusahaan

2.  ETIKA BISNIS PERUSAHAAN TERHADAP PEMANGKU KEPENTINGAN

  • Hubungan Dengan Insan Perusahaan
  • Hubungan Dengan Pelanggan/Konsumen
  • Hubungan Dengan Pemasok
  • Hubungan Dengan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar
  • Hubungan Dengan Pemerintah (Regulator)
  • Hubungan Dengan Pemegang Saham (Investor)
  • Hubungan Dengan Mitra Usaha
  • Hubungan Dengan Pesaing
  • Hubungan Dengan Media Massa
  • Hubungan Dengan Anak Perusahaan
  • Integritas Laporan Keuangan

3.  ETIKA PERILAKU KARYAWAN

  • Etika Perilaku Sebagai Atasan Terhadap Bawahan
  • Etika Perilaku Sebagai Bawahan Terhadap Atasan
  • Etika Perilaku Sebagai Rekan Kerja
  • Penggunaan dan Pemeliharaan Fasilitas Kerja Perusahaan
  • Benturan Kepentingan
  • Kegiatan Politik
  • Memberi dan Menerima Suap, Gratifikasi, Hadiah, dan Jamuan Bisnis
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Perilaku Asusila, Narkotika, Obat Terlarang, Perjudian, dan Merokok
  • Kepatuhan Terhadap Hukum
  • Kerahasiaan Informasi
  • Hak Atas Kekayaan Intelektual
  • Kegiatan di Luar Perusahaan

Kebijakan Etika dan Kepatuhan Karyawan di atas dituangkan dalam sebuah pakta integritas yang wajib ditandatangani oleh semua Insan Perusahaan yang merupakan komitmen Perusahaan untuk melaksanakan Good Corporate Governance.

B. BUDAYA PERUSAHAAN

Guna mewujudkan visi dan misi perusahaan, Telkomsigma memiliki nilai inti budaya perusahaan yang telah disepakati bersama dan dianut, Telkomsigma mengakselerasi penerapan budaya perusahaan Telkom Codes yang merupakan implementasi dari core values AKHLAK yang  diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari sehingga dapat menjadi filosofis budaya perusahaan.

Budaya perusahaan SIGMA merupakan turunan nilai-nilai budaya yang mengacu pada Core Value AKHLAK yang ditetapkan melalui Peraturan Direktur HCM Telkom Indonesia  Nomor 201.03/r.00/HK250/COP B0400000/2020 tanggal 16 September 2020 tentang Core Values AKHLAK Telkom Group.

 

 

Amanah, yakni setiap individu memegang teguh kepercayaan yang diberikan dalam
mengemban tugas yang telah diberikan.

Kompeten, yaitu semangat terus belajar dan mengembangkan kapabilitas kemampuan.

Harmonis, adalah rasa saling peduli dan menghargai perbedaan antar sesama individu di
lingkungan kerja.

Loyal, yang berarti memiliki dedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara.

Adaptif, yaitu keinginan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun
menghadapi perubahan.

Kolaboratif, yakni membangun kerja sama yang sinergis.

EVALUASI BUDAYA PERUSAHAAN

Telkomsigma telah melakukan evaluasi budaya Perusahaan menggunakan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi budaya Perusahaan. Nilai diukur secara keseluruhan maupun secara spesifik yang mengarah pada internalisasi Core Values AKHLAK. Pengukuran ACHI yang dilaksanakan pada tahun 2020-2021 merupakan pengukuran nilai baseline dalam implementasi Core Values AKHLAK.

A. Kebijakan Anti Penyuapan

Sebagai bentuk komitmen implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di Telkomsigma, Perusahaan menetapkan Kebijakan Anti Penyuapan sesuai dengan pedoman dan persyaratan ISO 37001:2016 SMAP yang berlaku serta wajib dilaksanakan oleh Komisaris, Direksi, seluruh Karyawan, dan semua pihak yang dipekerjakan dan mewakili, atau bertindak atas nama Telkomsigma dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Melarang untuk menerima, meminta dan melakukan penyuapan dalam bentuk apapun dan berkomitmen untuk menerapkan Kebijakan Anti Penyuapan sesuai dengan persyaratan ISO 37001:2016
  2. Mematuhi Kebijakan Pengendalian Gratifikasi yang bersumber pada Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Anti Korupsi dan yang relevan dengan peraturan perundang-undangan khususnya bidang penyuapan.
  3. Pelaksanaan Kebijakan Anti Penyuapan ini Sejalan dengan tujuan perusahaan dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance)
  4. Menjamin kerahasiaan dan keamanan personel yang melaporkan pelanggaran penyuapan dari segala bentuk tindakan balasan, intimidasi dan diskriminasi.
  5. Berkomitmen untuk terus menerus melakukan pemenuhan persyaratan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan perbaikan berkelanjutan
  6. Menetapkan tim penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan termasuk penunjukan fungus kepatuhan anti penyuapan yang independen untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai standar ISO 37001:2016
  7. Perusahaan menetapkan pemberian sanksi atas pelanggaran Kebijakan Anti Penyuapan sesuai dengan tingkat risiko penyuapan.

B. Gratifikasi

Komitmen Insan Telkomsigma terkait pemberian dan/atau penerimaan hadiah, yaitu :

  1. Tidak diperbolehkan untuk menerima dan/atau memberi Hadiah, Cindera Mata, Jamuan Bisnis ataupun fasilitas lainnya yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang melanggar ketentuan yang ada
  2. Hanya akan mengadakan dan menerima Jamuan Bisnis dengan Mitra Usaha dan/atau pemangku kepentingan lainnya sepanjang hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan Perusahaan, atas beban Perusahaan dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dalam batas‐batas yang wajar di tempat yang terhormat yang tidak menimbulkan citra negatif terhadap Perusahaan. Jamuan bisnis yang dapat diterima /diberikan Insan Perusahaan dalam rangka kegiatan bisnis (dan menjadi beban Perusahaan) adalah jamuan untuk menjalin kerjasama dengan Mitra Usaha
  3. Menyerahkan Hadiah dan/atau Cinderamata yang diperoleh dari Mitra Usaha seperti plakat, trophy, dan sebagainya untuk disimpan di Perusahaan.
    Hadiah dan Cinderamata yang diperbolehkan untuk diterima sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka:

    • Perkawinan
    • Khitanan
    • Musibah
    • Penghargaan dari Perusahaan atas pencapaian prestasi yang bersangkutan
    • Cindera Mata dari perusahaan lain dalam bentuk antara lain pulpen, agenda, kalender, dan lain‐lain sejenisnya
  4. Mempengaruhi atau mengarahkan seseorang untuk memberikan ataupun menerima suap
  5. Dalam rangka menjaga atau memelihara hubungan bisnis, Perusahaan dapat mengeluarkan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan atas beban Perusahaan pada kondisi antara lain: hari raya keagamaan, perayaan ulang tahun, pisah-sambut pejabat Perusahaan, pernyataan simpati, dan kegiatan-kegiatan sosial
  6. Tindakan-tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan suap menurut ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
Telkomsigma menyediakan saluran komunikasi bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan laporan pelanggaran atau penyimpangan terkait Telkomsigma, yang disebut Whistleblowing System.

 

Jenis Pengaduan

Pengelola Whistleblower akan menindaklanjuti pengaduan yang diterima, baik yang berasal dari karyawan Telkomsigma Group maupun dari pihak ketiga lainnya yang berkaitan dengan :

  • Permasalahan akuntansi dan pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang berpotensi mengakibatkan salah saji material dalam laporan keuangan serta permasalahan audit terutama penerapan standar akuntansi termasuk yang menyangkut independensi Kantor Akuntan Publik.
  • Pelanggaran terhadap peraturan perundangan.
  • Pelanggaran terhadap peraturan perundangan.
  • Kecurangan (fraud) dan/atau penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh pejabat dan/atau karyawan di lingkungan Telkomsigma Group.
  • Perilaku Manajemen dan karyawan perusahaan yang tidak terpuji seperti namun tidak terbatas pada: tidak jujur, benturan kepentingan (conflict of interest), pelecehan seksual, dan memberi informasi yang menyesatkan kepada publik yang langsung maupun tidak langsung berpotensi mencemarkan reputasi atau mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

 

Perlindungan Terhadap Pelapor

Telkomsigma menjamin dan memastikan adanya perlindungan kerahasian pelapor, baik karyawan maupun pihak ketiga yang menyampaikan keluhan atau laporan dugaan tindak pelanggaran. Telkom senantiasa mengedepankan kerahasiaan dan asas praduga tidak bersalah dalam menindaklanjuti setiap aduan atau laporan yang disampaikan.
Untuk Saluran WBS yang disediakan, yaitu:
Email

Surat

: whistleblowing@sigma.co.id 

: Human Capital Telkomsigma, Graha Telkomsigma Bumi Serpong Damai, Jalan Kapt. Subijanto Dj, Lengkong Gudang,

Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15321

Website

Telp

: www.telkomsigma.co.id/ 

: 021-5388538

 

[recaptcha]