Blog
Mar 22
Program Ketahanan Pangan Telkomsigma

Melalui Program Ketahanan Pangan, Telkomsigma Dukung Pemberdayaan dan Pemenuhan Gizi Masyarakat Terdampak COVID-19

Di tengah masih berlangsungnya pandemi COVID-19 yang berdampak salah satunya pada sektor ekonomi, belum banyak yang menaruh perhatian dari segi dampak yang timbul terhadap ketahanan pangan serta sulitnya pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil di kalangan marjinal.Padahal, dari sebelum COVID-19 melanda, Indonesia sudah menghadapi masalah gizi yang tinggi. Saat ini, lebih dari dua juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Ditambah dengan situasi pandemi, hilangnya pendapatan karena COVID-19 yang berdampak pada terganggunya rantai pasokan makanan semakin berpotensi meningkatkan jumlah anak-anak yang mengalami masalah gizi di Indonesia.

Menyadari pentingnya isu tersebut, Telkomsigma berinisiatif memberikan bantuan melalui Program Ketahanan Pangan sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Program Ketahanan Pangan hasil kolaborasi bersama Human Initiative ini ditujukan untuk membentuk ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi terutama dari protein, serat, dan karbohidrat.

Salah satu bentuk program dilakukan dengan merancang Kebun Gizi berbasis masyarakat yang dilakukan dengan budidaya ikan air tawar dan juga penanaman berbagai jenis sayur mayur dengan metode penanaman aquaponic. Pada awalnya, warga di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai peternak dan petani, telah memiliki keterampilan budidaya ikan lele dengan metode yang sederhana. Melihat potensi tersebut yang jika dimaksimalkan melalui Program Ketahanan Pangan akan berdampak positif bagi ekonomi desa, Telkomsigma menggandeng warga Desa Cipambuan sebagai sasaran Program Ketahanan Pangan fase pertama.

Rangkaian program diawali dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan rutin sebanyak 5 sesi kepada warga terkait dengan perikanan, pengelolaan Kebun Gizi dari awal hingga siap panen, dan juga terkait post-harvest management untuk menentukan strategi penjualan. Sebanyak 4 unit kolam ikan dengan kapasitas hingga 2000 ekor ikan berikut pakan untuk bibit ikan disediakan melalui Program Ketahanan Pangan. Bibit Ikan Nila serta bibit tanaman kangkung digunakan pada fase pertama Kebun Gizi. Berselang 3 bulan setelah penanaman bibit, pada Sabtu (19/3) lalu, terdapat hasil panen sebanyak 60 Kg ikan nila dan juga kangkung yang berjumlah 12kg yang berhasil diperoleh untuk selanjutnya dijual oleh masyarakat sekitar.

Program Ketahanan Pangan melalui Kebun Gizi menyasar 75 keluarga Dari warga Desa Cipambuan. Kebun Gizi  sendiri dikelola oleh Kelompok Wanita Tani untuk menyediakan bahan makanan seperti daging ikan air tawar dan sayur mayur.

“Telkomsigma ingin terus hadir di tengah masyarakat dan lingkungan sekitar untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat. Salah satunya, kami mendukung ketersediaan kecukupan pangan dan gizi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan”, dijelaskan VP Corporate Secretary & Communication Telkomsigma, Irwan Sobrian.

Kedepannya, Irwan menjelaskan bahwa Program Ketahanan Pangan Telkomsigma x Human Initiative yang telah dijalankan sejak Q4 2021 akan dilakukan secara rutin dan terus diperluas jangkauannya seiring dengan hasil panen yang dihasilkan.

“Dengan begitu, program ini akan sustainable dan bermanfaat secara merata secara ekonomi untuk masyarakat luas, tidak hanya sebatas untuk warga di Desa Citambuan”, tutup Irwan.